Selasa, 21 Januari 2014

Aku

Aku, yang  aku
Wanita miskin tanpa hati
Tiada dapat ku torehkan, secarik kertas putih tetap putih
Bising otakku penuh caci, sampai suara hati tak dengar lagi
Buruknya aku di hadapanmu Tuhan
Inilah aku yang di-aku-aku
Ataukah aku yang ter-aku
Ini celaku
Aku dan keakuanku
Congkak menantang langit
Konyol! ketika kusadari ke-akuanku
Bodohny aku ketika tersungkur
Dan hinanya aku yang tak bisa berdiri atas congkakku
Tuhan
Ini aku dan ke-akuanku
Sekali lagi (lagi, lagi dan lagi..) kabulkan keegoisanku
Untuk tetap berdiri dan tinggi
Tanpa harus tersungkur ataupun mundur
Tanpa harus ku tanggung congkakku
Tanpa harus silau kemilau godaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar