Basahnya embun pagi menyapaku
Kicauan suara burung mengiringiku
Hembusan angin menuntun langkahku
Panasnya sinar matahari membakar semangatku
Semangat tuk berjuang memetik sedikit ilmu
Tak terasa sudah terlalu jauh langkahku
Tampak terlukis seberkas cahaya impian pada bola mataku
Tapi . . . . .
Kenapa . . . . .
Kenapa hati ini tiba-tiba terasa sendu
Langkah kaikupun menjadi kaku
Seakan telah sirna cahya impianku
Ribuan kupu-kupu datang menghampiriku
Menari-nari mengelilingiku
Seolah memberi isyarat padaku
Isyarat tuk bangkit dari belenggu
Belenggu yang menyelimuti hatiku
Saat itu juga mulai bangkitlah semangatku
Ku kayuhkan lebih kencang langkah kakiku
Tuk menjemput impian didepan mataku
Impian yang telah lama menantiku
Mengharap kedatanganku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar